Blog suryaden | the Suryaden

Blog suryaden

Future Leaders

Roadshow XL Future Leaders mengunjungi 50 Universitas besar di Indonesia. Pada 14 Juni 2012 Program CSR PT. XL Axiata Tbk ini berkunjung dan berseminar di Gedung UC Universitas Gadjah Mada. XL Future Leaders Road Show berlangsung mulai 14 Juni 2012 hingga 3 September 2012. Tujuannya adalah mencipta bibit baru dari anak muda Indonesia untuk siap berkompetisi secara Global di masa depan. Seminar XL Future Leaders Road Show dengan 3 narasumber, yaitu Direktur Teknologi, Konten dan New Business XL, Dian Siswarini, Mantan Direktur AC Nielsen New York, Iwan Setiawan, dan Dekan Fakultas Teknik UGM, Tumiran ini. XL Future Leaders nantinya akan memilih 120 peserta untuk diberi pengajaran soft skill, e-learning, dan english assesment.

#dicipok di pameran komputer MBC 2012 saat #teng2crit bersama onliners #jogja

Crossposting dari Jogloabang http://t.co/04ZWuo5c

MBC atau Mega Bazaar Computer, sebuah ajang pameran komputer dan tetek bengeknya diadakan di Jogja Expo Center Kota Jogja pada tanggal 3 - 7 Maret 2012. Acara ini selain untuk memeriahkan bisnis komputer, juga mengajak para pegiat onliner dan para pekerja yang berkesibukan dengan alat yang bernama komputer untuk berdikusi atasu saling berbagi ilmu tentang penggunaan Teknologi Informasi Komputer, rundown acara terlampir. Dalam kesempatan ini para pegiat maya, yang biasanya disebut blogger, tuxer atau para penggila twitter, maupun sosial media disediakan waktu dan tempat untuk berkolaborasi sembari berbelanja komputer tentunya.

negeri atas angin

Dalam dunia wayang, negeri atas angin adalah negeri di mana pendeta Durna berasal. Pendeta Durna menyeberang ke pulau Jawa dengan sebelumnya kawin dengan seekor kuda yang akan mengatarkannya menyeberang lautan, anaknya bernama Aswatama. Negeri Atas angin mungkin nggak ada sangkut pautnya dengan Pendeta Durna sang Guru besar Pandawa dan Kurawa, baik dalam olah kanuragan maupun filsafat. Namun tentunya guru tidak hanya satu dan pada akhirnya meski dengan gurunya, Pandawa pun berperang melawan Kurawa, yang tunggal guru, dan Pendeta Durna pun mungkin karena posisinya harus mendukung Kurawa.

pancen utek asu

Jamane wis ora karuan, angel mratelakake siji lan sijine, campur bawur ora nggenah, njobone ijo njerone dadu, njobone abang njerone biru. Lucu akeh gerombolan sing ngakune anti Amerika, padahal ngerti dewe nek cara pemilihan umume nagari begajul kui fotokopi karo cara-cara demokrasine negoro Amerika. Luwih kenthir maneh akeh sing ora seneng karo neoliberalisme, lha kui aliran opo maneh, durung ana thesis poro wong pinter sing katon mbahas perkara kui.

boneka india

Kepala Biro Pusat Statistik, Rusman Heriawan menyatakan, ekspor Indonesia masih didominasi oleh sumber daya komoditas dan mineral. “Penjualan batu bara dan minyak kepala sawit masih memimpin pasar ekspor Indonesia,” katanya, Jumat (28/1). Namun produk lainnya yang sudah menjadi langganan ekspor sejak lama seperti tekstil dan karet tetap menjanjikan. “Barang-barang elektronik juga cukup baik nilai ekspornya,” tuturnya.

Melongok ke Sekolah

Mungkin berbeda-beda ketika mendengar atau berhadapan dengan sebuah istilah 'standar', terbersit dalam kenakalan atau bunga-bunga di benak, sebuah standar artinya batas atau ukuran, bisa maksimal atau bisa minimal. Namun itu hanyalah sebersit yang ada dalam pertanyaan dalam benak, karena sebenarnya toh semua dari kita mafhum bahwa standar adalah sesuatu yang mau tidak mau harus ada, dan harus dilakukan dan sudah barang tentu itulah hal yang harus dicukupi, tidak boleh kurang namun apabila lebih mungkin saja itu lebih baik dalam tanda kutip, karena memiliki kelebihan, dan tentunya standar tidak boleh mentolerir adanya kekurangan, karena sekali lagi hal itu sudah ditetapkan, sebagai sesuatu yang harus ada dan menjadi pelanggaran atau masalah ketika hal tersebut tidak ada.

Bukan semudah membalik telapak tangan atau semudah membuat peraturan ini untuk mencapai harapan yang sangat idealis sebagaimana termaktub dalam cita-cita Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003 bahwa "Pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi serta efisiensi manajemen pendidikan. Pemerataan kesempatan pendidikan diwujudkan dalam program wajib belajar 9 tahun. Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olahhati, olahpikir, olahrasa dan olahraga agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global. Peningkatan relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam Indonesia. Peningkatan efisiensi manajemen pendidikan dilakukan melalui penerapan manajemen berbasis sekolah dan pembaharuan pengelolaan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan".

Pasar Manuk Ngasem Pindahan

Pemerintah Kuto Yoja pancen ampuh, mindah pasar tanpo ono rame-rame. Kolo wingi tanggal 24 April 2010. Pasar Manuk Ngasem sing panggonane ono ing jeron beteng kraton ngayojokarto iku pindahan nang Jalan Mbantul Jokteng Kulon ngidul bablas, nang batas kuto antarane kodya kalawan mbantul, luwih pas e ono ing sak lor e prapatan ndongkelan, prapatan ketemune ringrod kidul karo jalan mbantul kui. Jelas pasar manuk Ngasem marai macet nang jeron beteng, wis panggonane elek reget lan opomaneh kumuh ugo mungkin ratune ora seneng mergo mambu. Tur ampuhe tenan yo kui babar blas ora ono sruwang-sruwing protes opo maneh adu katosan antarane pedagang karo satpol pepe. Opo ono bayarane sing akeh utowo leh ngancam nganggo aparat sing luwih mitayani sing jelas apik lan ora rusuh. Ming kudune landmark sing mbiyene iso marai untung poro bakul kaos lan sak panunggalane kui tambah dagangan maneh wong pasare pindah, dadi mungkin ono edisi revisi pasar manuk.

tanpa tepi

Semua kebetulan tersebut apakah memang kebetulan yang membuat mata kita terbelalak, ataukah semuanya dalam sebuah nuansa kebijaksanaan yang tidak pernah disadari. Meski jalan memang sudah berkelok-kelok, meliuk-liuk yang mengharuskan semuanya berakrobat sedemikian rupa guna menjaga mata hati dan pikiran agar tetap teguh dan istikomah minimal pada jasad kita sendiri. Begitu jauh dan tercabiknya semua luka yang pernah ada, entah apakah itu memang luka atau sebuah penanda agar kita masuk lebih dalam, merangsang keingintahuan serta menunjukkan bahwa memang beginilah jalan kehidupan yang penuh rintangan, penipuan bahkan segalanya harus terlihat terbalik.

Bilakah semua ketercabikan bisa di runut untuk bisa dirajut meski tidak sesukar tercerabiknya kesalahan-kesalahan masa lalu dengan maaf untuk merajutnya kembali, ataukah maaf tanpa implikasinya bisa menurunkan kadar kejahatan kemanusiaan atas nama persatuan dan kesatuan sebagai sebuah kata sakti serta pupuk yang hanya dibibir namun dalam benak masing-masing pengucapnya sama sekali tidak ada artinya. Bukan itu, tentunya setelah timbul sir dan niat sebagai pembalutnya semua implikasi harus bisa dilahap berapapun bayarannya. Yakinlah bahwa penderitaan dan semua salah seting yang kita kira adalah sebuah pintu yang membawa ke sebuah mata air yang sangat jernih, sebuah mata air kehidupan yang tidak akan pernah lekang dimakan waktu. Tersadar dan terngiang kembali sebuah ilustrasi di sana, bahwa memang seharusnya begitu, meski jalan berputar dan rute yang tanpa sadar membingungkan ini akhirnya akan bertemu pula pada sebuah titik pertemuan, yang pada perjalanannya nanti baru akan diketahui, apakah titik pertemuan ataukah hanya sebuah persimpangan untuk mengarah ke arah yang sama sekali berlawanan dan berseberangan.

Halaman