Film Senyap

Senyap

Ternyata Film Senyap membawa keramaian. Film Senyap karya Joshua Oppenheimer tersebut ketika diputar mengundang ormas-ormas yang tidak suka. Ormas-ormas yang tidak suka tersebut menyebutnya mungkin dengan kebangkitan Komunis Gaya Baru. Komunis gaya baru tersebut beraksi melalui film. Namun celakanya orang yang dianggap komunis tersebut adalah orang luar negeri yang membuat film tersebut.

menghargai jasa para pembunuh

komunisme gaya baru

Benci dan luka adalah pupuk kehidupan. Selain itu kambing hitam, kekalahan, kesalahan dan penderitaan orang lain adalah juga cahaya untuk membuat hidup bersinar penuh kemenangan maupun pondasi untuk mengukuhkan serta memperlama kekuasaan. Ingatan-ingatan buruk dan kekacauan akan selalu diungkapkan untuk memberi terang dan menyilaukan kebenaran agar tampak selalu benar. Sementara suara-suara kebenaran dan keadilan para korban apapun selalu disingkirkan, karena hal tersebut adalah masalah.

kelonan

Tambang Minyak Tradisional

Orang miskin di Indonesia sebenarnya sudah paham dan tahu mengapa BUMN yaitu Badan Usaha Milik Negara itu aneh dan tempat 'kelonan'. Anehnya kenapa, karena kebanyakan dalam laporan perusahaan yang dimiliki negara tersebut biasanya dalam laporannya selalu merugi, namun ganjil karena para pegawainya kebanyakan makmur dan tidak miskin searah dengan perusahaan BUMN tersebut. Maklum ini logika wang sinawang atau logika sejauh mata bisa melihat dan otak menginterpretasi secara sangat sederhana.

Video mendebarkan anak Syiria menantang Maut

syirian boy

Sebuah video yang di unggah di Youtube oleh aktivis Shaam Network S.N.N menggambarkan kejadian nyata seorang anak lelaki yang menolong seorang anak perempuan dalam hujan peluru dari sniper. Tidak diketahui pasti apakah kedua anak tersebut kakak beradik, bersaudara ataukah pertemanan dan yang jelas pesan dari video ini adalah bagaimana anak-anak menjadi korban dan harus menantang maut untuk selamat dari kobaran perang yang tidak membedakan siapapun untuk ditembaki.

Isteri Satpam Korban UU ITE

Ervani Emy Handayani binti Saiman

Nasi sudah menjadi bubur. Status Ervani Emy Handayani binti Saiman, warga Gedongan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, DIY, yang dituliskannya di halamannya sendiri, akunnya sendiri di tembok Facebook tentang permasalahan Alfa Yanto, suaminya yang menjadi satpam di Jolie Jogja Jewellery akan dimutasi ke Cirebon. Belum jelas juga apakah status tersebut ada di Facebook Group Jolie Jogja Jewellery ataukah di akunnya sendiri. Namun yang jelas status atau tulisan di media sosial tersebut sudah dilaporkan oleh Supervisor suaminya di Jolie Jogja Jewellery yang bernama Ayas atau Diah Sarastuti.

reformasi deadlock

Sudah tak ada lagi namanya orde reformasi, mungkin semenjak beberapa tahun yang lalu. Saat ini terlihat jelas, reformasi sudah hilang dan tinggal sejarah. Bangsa yang bermetamorfosa menuju kebaikan dengan keterbukaan sebagai salah satu cara penentuan nasibnya akhirnya harus menghadapi sebuah kekuatan besar anti reformasi. Sungguh ironis apabila sebuah lembaga tertinggi negara yang namanya Majelis Permusyawaratan Rakyat, sudah tidak lagi menggunakan permusyawaratan ketika memilih ketuanya, namun menggunakan voting.

Contoh Perda tentang Kewenangan Lokal Berskala Desa

Contoh Perda tentang tata cara penyerahan urusan pemerintah daerah kepada Desa sebelum berlakunya UU Nomer 6 tahun 2014 adalah di Kabupaten Wonosobo. Wonosobo pernah mengeluarkan Perda Nomor 6 tahun 2010 tentang tata cara penyerahan urusan pemerintahan daerah kabupaten Wonosobo kepada Desa. Secara nyata memang belum dapat mewakili sebagai contoh kewenangan urusan yang disertakan biayanya. Dan sebagai contoh bahwa perda ini adalah urusan atau kewenangan desa skala lokal, yang belum diberikan pembiyaan oleh Pemda Kabupaten. Berikut penjelasan dan contoh perda-nya.

Presiden dianggap bersandiwara dalam polemik UU Pilkada

Politik adalah seni, jika diartikan secara agak nakal. Juga politik sering dianggap sebagai ilmu siasat. Siasat untuk menguasai, siasat untuk menang dan siasat apapun yang berhubungan dengan ketatanegaraan dan kekuasaan. Pengambilan keputusan berdasarkan voting seperti yang terjadi dalam sidang pleno DPR ketika memutuskan salah satu pasal tentang pilkada langsung dan pilkada lewat DPRD adalah salah satu siasat demi tercapainya kemenangan. Siasat memerlukan tahapan-tahapan dan seni tersendiri untuk menuju kemenangan.

Halaman